RUDI SI BAIK HATI

Rudi dikenal memiliki sifat yang begitu peka terhadap lingkungan sekitar. Sebenarnya tidak hanya lingkungan sih, tapi terhadap keluarga, teman, dan orang di sekitar. Kemarin saja ada Polisi yang sedang mengatur lalu lintas di siang hari yang begitu panas, dia sempat-sempatnya membawa payung supaya Polisi itu tidak kepanasan.


Mungkin Rudi selalu memikirkan orang lain terlebih dahulu ketimbang dirinya sendiri. Dia selalu berusaha membuat orang di sekitar tersenyum bahagia. Bagi Rudi, senyum mereka begitu berharga. Itu sudah cukup membuat dia semangat menjalani hidup. Ya benar, dia memang istimewa dan berbeda.

Suatu ketika ada seorang nenek yang sedang berjualan nasi di pinggir jalan memakai gerobak dorong. Rudi dari pagi memperhatikan nenek itu sampai sore. Namun tidak satu pun pembeli datang. Rudi merasa iba. Dia berencana membeli semua dagangan Si Nenek. Rudi memang anak yang rajin menabung. Dia lebih suka menggunakan uang itu untuk keperluan yang penting atau dapat membantu sesama. Dengan uang itu, dia mampu membeli semua nasi yang dijual Si Nenek. Kendalanya dia tidak mampu menghabiskan semua nasi itu seorang diri. Dia mencoba berpikir dan mencari ide untuk menghabiskannya segera.

Akhirnya dia mendapatkan ide. Rudi mencoba mencari tukang sapu jalanan, tukang becak dan pedagang asongan. Setelah mampu mengumpulkan banyak orang. Rudi mentraktir mereka di tempat Si Nenek supaya dagangannya habis. Tidak hanya ucapan terimakasih dan senyuman tulus dari Si Nenek yang Rudi dapatkan, tapi juga dari orang-orang yang Rudi ajak makan di sana. Nenek senang karena jualannya laku dan habis. Tukang sapu jalanan, tukang becak, dan pedagang asongan turut senang karena seharian belum makan dan tiba-tiba mendapat rejeki. Karena traktiran Rudi, mereka jadi tahu tempat makan yang enak dan murah. Jadi mereka sering makan di tempat Si Nenek. Rudi pun tampak bahagia dengan ikut membantu mempromosikan dagangan Si Nenek.

Di waktu lain, Rudi mendapati sebuah tempat potong rambut yang sepi pengunjung sudah sekitar satu bulan. Si Pemilik potong rambut pun tampak begitu sedih. Rudi ingin sekali membantu. Dia akhirnya mencoba potong rambut di situ, tapi dia tidak ingin dipotong sampai pendek. Rudi meminta supaya rambutnya dipotong yang bagian belakang saja. Karena Rudi punya rencana, dengan begitu dia bisa punya alasan pergi ke tempat potong rambut si Bapak besok dan besoknya lagi.

Setiap Si Bapak, tukang potong rambut, bertanya kepadanya, Rudi selalu mempunyai alasan, entah bosen dengan gaya rambut atau apalah. Sampai pada suatu waktu dimana rambut Rudi sudah habis dipotong. Si Bapak pun bertanya, "kenapa mau potong rambut? Coba deh lihat rambut kamu sudah habis."
"Hi hi hi." Rudi hanya bisa nyengir.

Comments

Trending Topics

TIDAK ADA TEKAD KUAT, NASIHAT DAN MOTIVASI TIDAKLAH BERGUNA

TENANG DI AWAL, TAPI...

CERITA ANAK LABIL