MENYEBALKAN TAPI AKU BAHAGIA MEREKA ADA DI SAMPINGKU

Pagi yang begitu cerah. Seperti biasa matahari terbit dari sebelah timur, tidak pernah sama sekali matahari iseng mencoba terbit dari sebelah selatan atau utara dengan alasan ingin mencoba sesuatu yang baru atau bisa disebut keluar dari zona nyaman. Bisa-bisa nanti malah kacau.


Terik matahri pagi itu terasa hangat di kulit. Pertada kalau ini adalah waktu yang baik untuk mencuci pakaian. Aku pun bersemangat memilah-milah baju yang kotor untuk dicuci. Semua baju kotor sudah terkumpul, deterjen sudah siap, air bersih mengalir dengan lancar. Persiapan mencucipun selesai.

Sekitar satu jam, aku pun sudah selesai mencuci. Bagiku mencuci tidak membutuhkan waktu yang lama. Yang lama hanyalah persiapan mencuci. Khususnya persiapan untuk memutuskan mencuci pakaian 'sekarang' atau 'besok'. Hal itu bisa menghabiskan waktu sekitar 2 jam-an hanya untuk bengong saja. Durasi yang lebih lama dari mencuci itu sendiri.

Pakaian pun siap dijemur di bawah terik matahari. Aku begitu optimis kalau hari ini jemuran ku hanya membutuhkan waktu sekitar 6 jam untuk bisa kering. Cuaca pun sangat mendukung, cerah dan panas.

Setelah mencuci, aku pergi ke rumah Romi, teman sekelas. Hanya sekedar numpang nonton TV. Biasalah, kalau menonton TV di rumah sendiri kurang seru, tidak ada teman ngobrol. Karena jarak yang tidak begitu jauh, aku cukup naik sepada tanpa motor untuk pergi ke rumah Romi. Romi pun kelihatannya begitu senang dengan kedatangan ku. Dengan semangat dia menyuguhiku segelas teh manis, biscuit, apel dan anggur. Pertanda kalau hari ini Romi butuh sekali teman nonton TV. Seperti biasa, setelah menonton TV, kami selalu pergi ke sungai yang tak jauh dari rumah Romi. Kami memang suka memancing di sana. Hari ini aku sangat senang, karena orang tua ku sedang pergi ke luar kota. Jadi aku bisa memancing dengan Romi tanpa dimarahi. Selain itu, aku juga dapat tambahan uang jajan. Kelihatannya keberuntungan berpihak kepada ku hari ini.

Setelah puas menonton TV, kami pun bergegas menuju sungai. Alat memancing sudah kami siapkan, umpan bisa dibeli di toko dekat sungai. Setibanya di sungai, tanpa berpikir panjang kami langsung memasang umpan dan melemparkan pancingnya ke sungai. Namun, tidak lama setelah itu tiba-tiba langit menjadi gelap akibat tertutup awan hitam. Hujan pun turun dengan derasnya. Kami berdua langsung lari mencari tempat berteduh. 

Pakaian yang aku jemur tidak jadi kering, dan akupun tidak jadi memancing. Kalau saja orang tua ku di rumah, pasti jemuranku sudah diamankan oleh mereka. Ternyata akan lebih bahagia kalau mereka di rumah meskipun terkadang aku lebih senang dengan tambahan uang jajan saat mereka berpergian.

Comments

Trending Topics

TENANG DI AWAL, TAPI...

SEBENARNYA KAMU TIDAK SENDIRIAN

TIDAK ADA TEKAD KUAT, NASIHAT DAN MOTIVASI TIDAKLAH BERGUNA