SEBENARNYA KAMU TIDAK SENDIRIAN
Sekolahan memiliki banyak cerita bagi setiap individu yang pernah belajar di sana. Ceritanya pun bervariasi, ada cerita cinta, ada cerita sedih, ada cerita dibully teman-teman sendiri, ada cerita dihukum guru dan lain-lain. Karena banyak sekali, otomatis aku tidak ingin menyebutkan satu per satu.
Bagus adalah salah satu siswa yang sangat rajin di sekolah. Dia hampir tidak pernah telat datang ke sekolah, kecuali saat dalam kondisi yang memaksa dia untuk datang telat. Namun dia adalah siswa yang sangat pendiam dan penurut. Karena dia termasuk orang yang patuh, dia bisa menjadi cerdas karena itu. Berbeda dengan teman dia kebanyakan. Hampir semua siswa cowok di kelasnya Bagus tidak ada yang semangat untuk belajar di sekolah. Mereka paling sedih saat ada guru yang tidak pernah absen, tidak ada kesedihan yang jauh lebih sedih daripada itu. Mau tidak mau, mereka memutuskan untuk selalu pergi ke kantin atau toilet saat jam pelajaran guna menghindari pelajaran. Apalagi kalau sudah ketemu dengan pelajaran matematika, fisika, kimia dan bahasa Inggris.
Hal yang paling ditakuti Bagus adalah saat teman-temannya mengajak dia untuk tidak ikut pelajaran. Teman-teman Bagus selalu memaksa. Sekali dia menolak, dia akan menanggung resikonya. Entah itu dikucilkan di kelas, dibully, bahkan dikeroyok. Padahal, Bagus datang ke sekolah dengan tujuan untuk mencari ilmu bukan untuk menuruti ajakan teman-temannya. Namun apa daya, dia hanya seorang diri. Yang paling disayangkan kebanyakan teman-teman cewek Bagus lebih mendukung cowok yang nakal. Tapi dibalik teman-temannya yang seperti itu, ada seorang teman cewek yang merasa kasihan dengan keadaan Bagus. Namanya Putri. Siswi paling cerdas yang selama ini menjadi saingan Bagus dalam hal prestasi. Kalau tidak bagus yang menjadi juara kelas, pasti Putri yang menjadi. Mereka berdua bagaikan rival yang tidak akan pernah ada habisnya dalam bersaing.
Namun setelah tahu kalau Bagus akhir-akhir ini sering mendapatkan hukuman dari para guru, bahkan nilai matapelajaran dia mulai menurun drastis akibat sering meninggalkan kelas saat jam pelajaran. Putri merasa curiga dengan situasi yang tidak biasa seperti ini. Dia juga tidak senang kalau hanya dia sendiri yang menjadi juara kelas tanpa ada saingan. Karena dengan adanya Bagus selama ini, Putri semakin terdorong untuk terus belajar lebih giat. Akhirnya Putri memutuskan untuk mencari tahu kejadian sebenarnya.
Kita semua tahu kalau seorang cewek yang penasaran terhadap sesuatu, pasti bisa menjadi seorang pengintai yang handal. Informasi sedetail apapun bisa dia dapatkan. Karena hal itu, Putri mampu mengetahui penyebab sebenarnya yang membuat Bagus selalu mendapatkan hukuman dan prestasinya menurun. Selanjutnya dia memikirkan cara untuk menyelamatkan Bagus sekaligus bangsa ini dari orang-orang yang suka menjerumuskan. Lama dia berpikir, dan akhirnya dia menemukan cara untuk itu.
Saat pulang sekolah Putri terburu-buru untuk segera pulang. Namun tujuan dia sebernarnya adalah untuk menunggu Bagus di tengah jalan menuju rumah. Akhirnya mereka berdua bisa bertemu.
"Bagus, kenapa dengan dirimu?" Tanya Putri penuh selidik.
"Enggak ada apa-apa kok." Bagus berusaha tegar di hadapan seorang cewek.
"Kamu pasti bohong." Desak Putri.
"Enggak kok. Ngapain aku bohong.Gak ada gunanya juga, kan!" Bagus tetap berusaha menyembunyikan hal yang sebenarnya. Namun...
"Udahlah, cerita aja yang sebenarnya, Gus! Tidak biasanya kamu kena hukuman terus dan nilai mata pelajaran kamu pun jelek pake banget. Pasti gara-gara teman-teman kamu yang ngajak keluar saat jam pelajaran."
"Darimana dia bisa tau, ya?" Tanya Bagus dalam hati.
"Kamu pasti penasaran kenapa aku bisa tau," kata Putri mengawali penjelasannya."Aku tuh males banget kalau gak punya saingan di kelas. Aku jadi malas belajar deh. Satu-satunya saingan yang aku punya itu kamu. 'Iya kamu, yang lagi baca cerita ini' (kalimat dalam tanda kutip tunggal itu tidak masuk dalam cerita)." Jelas Putri penuh semangat tapi gak pake angka empat lima.
"Ha ha ha....", Bagus tertawa sambil menggaruk-garuk kepala.
"Aku mau bantu kamu supaya kamu bisa belajar giat lagi." Putri menawarkan bantuannya kepada Bagus yang saat ini tidak berdaya.
"Seriusan kamu mau bantu aku?" Bagus bertanya balik, meyakinkan dirinya dengan apa yang barusan dia dengar.
Bagus merasa sangat gembira karena masih ada teman yang peduli dengan dirinya. Dia memutuskan untuk menerima bantuan dari Putri. Dia menyadari kalau dia sendiri tidak mampu menyelesaikan masalah itu seorang diri. Bahkan selama ini dia sudah tidak punya harapan untuk mengukir prestasi di sekolah. Keesokan harinya, rencana yang mereka berdua susun pun akan segera mereka eksekusi.
Pagi hari ini, sesuai dengan rencana. Bagus menolak ajakan teman-teman untuk meninggalkan kelas di jam pelajaran dengan suara yang agak lantang. Teman-teman Bagus pun terus memakasa dengan suara yang tidak kalah lantang. Hinaan demi hinaan pun dilontarkan ke Bagus, bahkan ada yang mengancam untuk mengroyok dia saat pulang sekolah nanti. Karena dia hanya seorang diri, Bagus akhirnya mengikuti ajakan teman-temannya.
Dengan senyum kemenangan, Putri langsung pergi ke tempat kepala sekolah untuk melaporkan kejadian itu. Tentu saja Bapak kepala sekolah tidak langsung percaya dengan hanya mendengarkan cerita dari seorang cewek bernama Putri. Putri tersenyum dan membuka tas yang di dalamnya ada 2 kamera dan menyodorkannya ke Bapak kepala sekolah. Bapak kepala sekolah hanya mengelus dada. Namun beliau penasaran bagaiman rekaman itu bisa Putri ambil.
Putri pun menjelaskan kalau dari tadi dia sudah memasang kamera kecil di meja guru dan di samping dia duduk untuk jaga-jaga kalau kalau kamera yang dipasang di meja guru ketahuan salah satu teman Bagus. Kebetulan sekali pas pengambilan video, Bagus berbicara dengan suara lantang, beruntungnya teman-teman Bagus pun memaksa dengan suara yang tidak kalah lantang bahkan ditambahi hinaan sekaligus ancaman. Hal itu bisa memperkuat bukti. Dengan adanya bukti itu, Bapak kepala sekolah akhirnya mengetahui penyebab yang sebenarnya.
Akhirnya teman-teman Bagus diberi hukuman setiap pulang sekolah membersihkan toilet dan menyapu sekolahan. Petugas bersih-bersih pun bisa naik jabatannya menjadi petugas penjaga toilet dan kantin, supaya tidak ada lagi siswa yang meninggalkan jam pelajaran.
Comments
Post a Comment