YANG TAK DIAKUI

Mungkin bagi beberapa orang menganggap kegiatan ku aneh. Tapi aku tidak memperdulikan hal itu. Aku lebih bahagia melihat sepeda motor cantik-ku selalu tampil bersih. Karenanya aku rela belum mandi sebelum sepeda motor-ku tampak mengkilap. Aku percaya, sepeda motor bersih selalu membawa keberuntungan.

Tidak seperti biasanya, pagi ini aku agak tergesa-gesa membersihkan sepeda motor-ku di halaman depan rumah yang ditumbuhi pohon mangga rindang. Aku punya janji dengan teman lama-ku untuk menjemput dia di stasiun Kereta Api. Karena tidak ingin membuat dia menunggu lama di stasiun, aku pun mempercepat semua aktivitas pagi ku, mulai dari membersihkan sepeda motor, memcuci baju, mandi, ganti pakaian dan sarapan. Setelah semua sudah beres, aku langsung meluncur ke stasiun.

Jalanan yang aku lewati menuju stasiun terasa begitu lancar, tidak seperti biasanya yang selalu macet. Aku sungguh menikmati perjalanan dari rumah menuju stasiun. Mungkin karena terlalu menikmati, sampai-sampai aku tidak menyadari adanya jalan berlubang yang digenangi air berlumpur. Tidak sempat menghindar, akhirnya sepeda motor-ku mengenai lubang itu. Tidak terjadi kecelakaan sih, tapi aku kesal karena sepeda motor-ku menjadi kotor penuh lumpur. Tak apalah, aku harus melanjutkan perjalanan.

Sesampai di stasiun aku langsung memarki motor. Mataku mencoba mengenali wajah teman lama-ku dari tempat dimana motor-ku diparkir. Banyak orang yang sibuk dengan urusan mereka masing-masing, hal itu yang mempersulit diriku untuk mengenali wajah dia. Kucoba menelpon dia.

"Halo!" Teman-ku menjawab telpon dari ku.
"Aku sudah sampai stasiun nih, kamu dimana?" Tanpa basa-basi aku langsung menanyakan keberadaannya.
"Aku di depan minimart, pake kemeja merah dan topi cokelat." Jawab teman ku dengan detail.

Karena sudah tahu keberadaan dia, aku langsung menemui-nya di tempat tersebut. Melihat penampilannya yang tidak berubah membuat ku teringat masa-masa di SMP jaman dulu. Yang berbeda hanyalah dia yang sekarang tampak lebih dewasa. Sekedar meluapkan kerinduan, kami berjabat tangan dan tos seperti yang biasa kami lakukan waktu SMP dulu. Tidak ingin berlama-lama, kami segera menuju tempat motorku diparkir.

"Kamu sekarang berubah." Ucap teman ku sebelum menaiki motor ku..
"Hah? Berubah? Emang aku Power Rangers bisa berubah." Tanya ku bingung.
"Tidak seperti dulu. Sekarang kamu malas mencuci motor."

Aku kaget, pernyataan itu membuat diri ku terdiam sejenak. Ku coba menjelaskan apa yang telah terjadi di perjalanan dari rumah ke stasiun. Namun sayang, penjelasan itu tidak mampu membuat dia percaya karena lumpur yang menempel di motor sudah mengering dan tampak sudah lama tidak dicuci. Padahal aku sudah berusaha membersihkan motor setiap hari, tapi akhirnya gini juga. Sedih deh :(

Comments

Trending Topics

TIDAK ADA TEKAD KUAT, NASIHAT DAN MOTIVASI TIDAKLAH BERGUNA

TENANG DI AWAL, TAPI...

CERITA ANAK LABIL