TIDAK HARUS CERDAS UNTUK MENJADI JENIUS
Kriiiiiiiiiing...!!!
Bunyi panjang tapi hanya sekali. Maaf! Ini bukan bunyi telpon rumah, juga bukan bunyi bel sepeda, apalagi bunyi air keluar dari keran. Melainkan satu-satunya bunyi yang ingin didengar oleh para siswa di sekolah. Ya, Anda benar! Bel pulang sekolah.
Tanpa menunggu perintah, setiap siswa sudah sangat peka tentang hal ini termasuk Romi. Dia sebenarnya bukan anak yang cerdas. Tapi dia bisa berubah menjadi sangat jenius saat memprediksi kapan waktu pulang tiba. Seperti tadi, lima belas menit sebelum bel pulang berbunyi, seorang guru bahasa Inggris bernama Bu Endang mendadak menyuruh siswa kelas XI A untuk menghafalkan 20 kosa kata. Ngerinya, Bu Endang mewajibkan siswa hafal semuanya sebelum pulang. Bahkan akan tetap ditunggu meski bel pulang telah berbunyi.
Setiap siswa sudah putus asa dan tidak memiliki harapan lagi untuk dapat merasakan kehangatan dan kebahagiaan saat mendengar bunyi bel pulang sekolah. Karena bagi semua siswa, bel pulang sekolah memiliki bunyi yang mampu menghilangkan stress. Berbeda dengan Romi yang tetap tenang dan santai sambil perlahan menghafalkan kosa kata bahasa Inggris. Dia bahkan tidak terburu-buru dalam menghafalkan kosa kata itu. Anehnya, dia tidak terlalu berharap supaya bisa hafal semua kosa kata tadi sebelum bel pulang dibunyikan. karena terlalu berharap ujung-ujungnya akan diPHP, he he. Teman-temannya heran kenapa Romi bisa setenang itu dalam menghadapi situasi ini. Beberapa diantara teman-teman Romi ada yang benar-benar serius menghafal, berharap mereka bisa hafal sebelum deadline dan diizinkan pulang. Beberapa lagi ada yang pusing hanya memikirkan 'dalam waktu limabelas menit saja apakah bisa menghafalakan semua kosa kata tadi' tanpa mulai menghafal. Dengan kata lain, yang dilakukan beberapa teman-teman Romi tadi hanya berfikir 'apakah bisa sebelum bertindak' dan unjung-ujungnya mereka tidak akan pernah mencoba untuk bertindak. Parahnya, beberapa teman Romi yang lain ada yang sudah kehilangan harapan sebelum mencoba menghafalkan kosa kata.
Bel panjang pun berbunyi dari arah sound system yang dipasang di tembok kelas. Berbeda dari biasanya, tak ada siswa di kelas XI A yang bahagia mendengarkannya. Situasinya berubah karena cara pandang siswa itu sendiri. Bahkan sesuatu yang sebenarnya bisa membuat mereka bahagia kali ini tidak mampu.
Sementara itu, Romi tersenyum manis dan berdiri menghampiri Bu Endang yang duduk di depan kelas sambil membaca buku. Semua teman-teman di kelas Romi terheran-heran. "Aku tidak yakin dia bisa menghafalkan kosa kata itu, dia bahkan bukan anak yang cerdas. Aku yang dari tadi serius dan berpikir keras saja tidak bisa, apalagi dia yang kurang begitu cerdas dan dari tadi terlihat begitu santai. Pasti dia mau izin ke toilet. Ha ha ha." Ejek salah satu teman Romi yang duduk di bangku paling depan.
"Oh kamu Romi, sudah hafal?" Tanya Bu Endang ramah. "Sudah bu!" Jawab Romi sopan. Pelahan Romi mulai menyebutkan satu per satu 20 kosa kata bahasa Inggris yang diberikan Bu Endang tadi beserta arti dalam bahasa Indonesia.
"Bagus, kamu berhasil, Romi! Kamu sekarang boleh pulang." Puji Bu Endang sambil mempersilahkan Romil pulang. Namun Romi malah bertanya, "Ibu tidak mau pulang juga? Ini kan hari sabtu. Biasanya setiap sabtu sore Ibu Endang selalu pergi jalan-jalan bersama keluarga."
"Oh iya, terima kasih sudah mengingatkan, Romi. Ya sudah, semua boleh pulang. Tapi minggu depan kalian harus sudah hafal." Ibu Endang berubah pikiran dan mempersilahkan semuanya pulang. Sorak bahagia mulai bersahut-sahutan. Berkat Romi, tak lama kemudian kelas menjadi sepi dari manusia. Ha ha ha
Comments
Post a Comment